ETIKA DAN NILAI LINGKUNGAN
JEJAK EKOLOGIS
Disusun Oleh :
MERI APRIANI
13.13101.10.02
Dosen Penanggung Jawab : Prof. Supli Effendi Rahim
PROGRAM
PASCA SARJANA KESEHATAN MASYARAKAT
SEKOLAH
TINGGI ILMU KESEHATAN BINA HUSADA
PALEMBANG
2013
Jejak Ekologi
Jejak
ekologi adalah suatu metode penghitungan sumber daya yang memperkirakan
konsumsi sumber daya alam dan penyerapan limbah yang diperlukan sebuah populasi
manusia atau kegiatan ekonomi dalam bentuk luas lahan area produktif
(Wackernagel and Rees, 1996). Jika yang dikonsumsi lebih banyakdibandingkan
dengan yang disediakan alam, maka kemudian dapat diasumsikan bahwa tingkat
konsumsi tidak dapat didukung oleh ketersediaan di alam. Standar unitp
engukuran jejak ekologi menggunakan global hektar (gha). Satuan gha
digunakankarena asumsi perhitungan jejak ekologi ini, sumberdaya alam yang
digunakanberasal ditempat manapun di permukaan bumi.
Analisis EF (ecological footprint) sendiri tampaknya beranjak dari
pemikiran yang sederhana, yakni kapasitas daya dukung area (lahan) produktif (biocapacity)
untuk hidup manusia. Lahan produktif itu hanya berupa daratan dan perairan,
yang sebenarnya pun tak bisa dimanfaatkan keseluruhannya. Jadi berapa yang bisa
diambil dari alam oleh manusia untuk hidup dan berapa sampah yang harus kembali
dibuang ke alam oleh manusia dalam cakupan
wilayah tertentu. Eksploitasi oleh manusia dari alam itu bisa dalam bentuk dan
berbagai macam kegiatan, misal makan, transport, energi, dan sebagainya.
Besaran area analisisnya adalah populasi penduduk yang bisa sangat bervariasi,
mulai dari individu atau keluarga, atau melebar mulai dari kota, wilayah,
negara, atau bahkan seluruh bumi. Kondisi saat ini pun diketahui bahwa
kapasitas penggunaan alam untuk hidup manusia telah 23% melampui kemampuan
regenerasi bumi itu sendiri. Dalam istilah EF, kelebihan dari kemampuan daya
dukung alam ini disebut overshoot.
Analisis
jejak ekologi digunakan untuk menjawab pertanyaan dasar pada pembangunan
berkelanjutan yaitu : seberapa besar alam yang kita punya,dibandingkan dengan
seberapa besar alam yang kita gunakan (Bond, 2002). Eksploitasi alam bisa dalam
bentuk dan berbagai macam kegiatan, seperti makan,transportasi dan energi.
Besaran area analisis adalah populasi penduduk yang bisa sangat bervariasi,
mulai dari individu atau keluarga, atau melebar mulai dari kota,wilayah,
negara, atau bahkan seluruh bumi. Hasil perhitungan jejak ekologi ini kemudian
dibandingkan dengan biokapasitas yang tersedia. Adapun biokapasitas adalah
total jumlah lahan bioproduktif yang terdapat diwilayah tersebut.
Perbandingan
antara jejak ekologi dan biokapasitas akan memberikan gambaran tentang status
jejak ekologi, apakah defisit atau surplus. Dari perhitungan ini dapat
diketahui kemampuan lahan dalam mendukung konsumsi penduduk setempat. Pada awal
dipublikasikan pada tahun 1996 oleh Mathis Wackernagel dan William Rees, jejak
ekologi dihitung menggunakan metode compound. Perhitungan ini menggunakan data
sekunder berupa data perdagangan nasional, berupa sumber daya biotik dan energi
primer yang digunakan untuk menghitung jejak ekologi suatu negara. Hasil
perhitungan jejak ekologi ini disajikan per jenis penggunaan lahan dalam
perhitungan jejak ekologi kemudian dibandingkan dengan kapasitas biologiper
individu yang tersedia dalam negara tersebut. Metode ini lebih mudah diterapkan
karena data yang digunakan lebih mudah didapatkan dan digunakan sebagai
dasarperhitungan jejak ekologi negara di dunia pada organisasi Globalfootprint
Network yang dipimpin oleh Mathis Wackernagel.
Menurut
Wackernagel and Rees (1996), konsumsi manusia terhadap sumberdaya alam dibagi
menjadi 5 komponen yaitumakanan, tempat tinggal, transportasi, barang konsumsi
dan jasa. Dari kelima faktorini makanan, transportasi dan tempat tinggal
merupakan penyumbang jejak ekologiyang besar. Sebaliknya barang dan jasa hanya
sedikit menyumbang jejak ekologi. Metode perhitungan ini memang sangat detil
dan fleksibel, namun sulit diaplikasikansecara menyeluruh karena tidak semua
aktifitas dan produk dapat diukur.
Menurut
Kitzes et al. (2007), perhitungan jejak ekologi nasional digunakan untuk
melaporkan hasil perhitungan jejak ekologi dalam satuan global hektar pada tahun
bersangkutan, yaitu hektar dengan produktivitas biologis rata-rata dunia
dalamsuatu tahun. Normalisasi ini dicapai menggunakan perhitungan faktor
produksi (yieldfactor) dan faktor kesetaraan (equivalent factor). Yield faktor
adalah produktifitasnegara tertentu dibandingkan dengan produktifitas dunia.
Equivalent factor adalahperbandingan potensi produktivitas suatu jenis
penggunaan lahan dengan produktfitasrata-rata penggunaan lahan dalam
perhitungan jejak ekologi. Jejak ekologi hektar lokal dapat ditentukan melalui
2 cara yaitu :
1) melaluipendekatan
wilayah yang diukur, yaitu didasarkan pada pengukuran penggunaanlahan dalam
laporan statistik nasional atau berasal dari aplikasi penginderaan jarakjauh
2) melalui
pendekatan wilayah yang dihitung, yang didapat dengan caramembagi produk aliran
(konsumsi) dengan hasil panen lokal (Kitzes et al., 2007).
Perhitungan
jejak ekologi (ecological footprint) didasarkan pada enam asumsi dasar
(Wackernagel et al., 2002 in Wackernagel et al., 2008) yaitu:
1. Sebagian besar konsumsi sumber
daya dan limbah yang dihasilkan manusia dapat dilacak.
2. Kebanyakan aliran sumberdaya alam
dan limbah dapat dihitung kedalam area biologi produktif untuk menelusuri
alirannya. Sumberdaya alam dan limbah yang tidak dapat dihitung dikeluarkan
dari penilaian, yang menjadikan hasil perhitungan jejak ekologi ini dibawah
keadaan yang sebenarnya.
3. Dengan pembobotan masing-masing
daerah kedalam proporsi produktifitas biologi yang digunakan, area yang berbeda
dapat dikonversi ke dalam satuan umum global hektar, yaitu hektar dengan
rata-rata produktifitas biologi dunia.
4. Karena satuan global hektar
tunggal menyatakan satu jenis penggunaan, dan semua global hektar pada satu
tahun menyatakan jumlah produktifitas yang sama, maka global hektar dapat
dijumlahkan untuk mendapatkan indikator agregat jejak ekologi atau daya dukung
lingkungan.
5. Permintaan manusia, dinyatakan
sebagai jejak ekologi, dapat secara langsung dibandingkan dengan pasokan alam,
daya dukung lingkungan, ketika keduanya sama-sama dinyatakan dalam global
hektar.
6. Luas area permintaan dapat
melebihi luas area yang disediakan jika permintaan pada ekosistem melebihi
kapasitas regeneratif ekosistem (misalnya, manusia menuntut lebih dibandingkan
daya dukung hutan, perikanan, dari ekosistem yang telah tersedia). Situasi ini,
di mana jejak ekologi melebihi tersedia daya dukung lingkungan, dikenal sebagai
overshoot.
Perhitungan
jejak ekologi dibagi menjadi 3 tahap utama. Jejak ekologi individu dihitung
berdasarkan semua material biologi yang dikonsumsi dan semua sampah biologi
yang dihasilkan oleh tiap individu. Dan untuk menghitung jejak ekologi suatu
daerah diperoleh dengan cara menjumlahkan jejak ekologi semua penduduk di
daerah tersebut (Chambers et al., 2000).
Tahap
pertama adalah analisis konsumsi sumber daya biotik (pangan). Perhitungan jejak
makanan (food footprint) Jejak makanan merupakan salah satu bagian dari jejak
ekologi sehingga perhitungan jejak makanan juga mengacu pada konsep perhitungan
pada jejak ekologi. Jenis lahan yang digunakan dalam perhitungan ini adalah 7
jenis penggunaan lahan pada perhitungan jejak ekologi. Pada perhitungan jejak
makanan, kebutuhan lahan diperoleh dari total lua setiap jenis lahan yang
dibutuhkan sejak pangan itu diproduksi, diangkut hingga sampaike tangan
konsumen. Konsumsi pangan Menurut Wackernagel et al. (2000) menyatakan bahwa
jejak ekologi sangattergantung pada pendapatan, harga barang, nilai-nilai
sosial yang dianut pribadi danmasyarakat, yang kemudian akan mempengaruhi
konsumsi. Konsumsi pangan padamasyarakat dipengaruhi oleh banyak faktor.
Konsumsi pangan merupakan gambaranmengenai jumlah, jenis, dan frekuensi bahan
makanan yang dikonsumsi seseorangdan merupakan ciri khas pada suatu kelompok
masyarakat tertentu.
Langkah ke
dua menentukan luas jejak ekologi dari sampah yang dihasilkan. Dari perspektif
jejak ekologi ada 3 kategori sampah dan masing-masing kategori berbeda
penanganannya dalam jejak ekologi. Kategori pertama adalah sampah biologi
seperti sisa produk pertanian, produk hewan, produk ikan, kayu dan karbon dioksida
yang dihasilkan oleh kayu bakar dan pembakaran bahan bakar fosil sudah termasuk
didalam secara implisit dalam jejak ekologi jika sampah ini dihasilkan didalam
suatu proses biologi tertutup. Kategori sampah yang ke dua adalah material yang
secara khusus dikirimpada suatu lahan. Jika lahan yang digunakan adalah lahan
produktif, maka jejak lahanini dihitung sebagai lahan terbangun yang dipakai
sebagai tempat penyimpanansampah jangka panjang. Kategori sampah yang ke tiga
adalah polutan dan racun yang tidak bisadiserap ataupun diuraikan oleh proses
biologi seperti plastik atau senyawa kimia.Karena jejak ekologi menghitung
lahan produktif yang digunakan untukmemproduksi materi atau menyerap sampah,
materi seperti plastik dan senyawakimia tidak dihasilkan oleh proses biologi
atau diserap oleh sistem biologi, maka sampah jenis ini tidak terdefinisi dalam
jejak ekologi.
Tahap
terakhir perhitungan adalah menjumlahkan jejak ekologi kedalam enam tipe lahan
yang merupakan gambaran konsumsi per kapita. Data per kapita yangdikalikan
dengan jumlah penduduk suatu daerah menggambarkan jejak ekologi daerah
tersebut. Hasil ini kemudian dibandingkan dengan biokapasitas lahan yang ada.
Jejak Ekologis Saya
|
||
No.
|
Hal
|
Skor
|
A.
1.
|
Transportasi
Dengan apa anda
bepergian hari ini?
a.) Berjalan
b.) Bersepeda
c.) Naik Angkutan Umum
d.) Menumpang
e.) Naik Kendaraan Pribadi
(Kalikan setiap skor
dengan berapa sering hal tersebut dipakai dalam satu hari dan kemudian
ditotalkan)
|
0
5
10
15
30
Sub–Total : 0
|
B.
1.
|
Pemakaian Air
Berapa banyak air yang
dipakai ?
a.) Tidak mandi
b.) Mandi, 1-2 menit
c.) Mandi, 3-6 menit 2x 10
d.) Mandi, 10 menit
e.) Mandi dengan satu bath tub penuh
f.) Mandi dengan air ½ bath tub
g.) Mandi dengan air bekas orang lain
h.) Menggosok gigi dengan air keran tetap
mengalir
i.) Mencukur kumis /
jenggot dengan air kran tetap mengalir
|
0
5
20
20
20
10
10
5
5
Sub–Total : 20
|
C.
1.
2.
3.
4.
5.
|
Pakaian
Apakah anda memakai
baju lebih dari sekali sebelum dicuci?
a.) Sering
b.) Kadang-kadang 2x 5
c.) Tidak pernah
Saya menggunakan
pakaian bekas (diperbaiki)
a.) Ya
b.) Tidak
Saya memperbaiki baju
saya sendiri
a.) Ya
b.) Tidak
50% dari baju saya
adalah baju turunan
a.) Ya
b.) Tidak
Saya membesihkan dan
mengeringkan baju
a.) None
b.) 1-5 lembar
c.) > 6 lembar
|
0
10
10
-5
0
-5
0
-5
0
0
10
20
Sub–Total : 30
|
D.
1.
2.
3.
|
Rekreasi
Mengenali permainan,
olahraga, dan aktivitas dimana anda terlibat, pada hari biasa diwaktu panjang
Seberapa banyak alat
yang diperlukan
a.) Tidak ada atau sedikit
b.) Beberapa
c.) Cukup banyak
Seberapa luas lahan
yang digunakan untuk bermain dilapangan, dataran es, kolam renang, untuk
memenuhi kebutuhan rekreasi anda?
a.) Tidak ada atau sedikit
b.) Sedang (< 1 hektar)
c.) Cukup besar (> 1 hektar)
Saya menghabiskan uang
hari ini untuk belanja (pakaian, baju, peralatan olahraga, dll)
a.) Tidak ada
b.)
$5
c.) $10
d.) >$10
|
0
10
20
0
10
20
0
10
20
1 pt. per
dollar
Sub–Total : 30
|
E.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
|
Makanan
Berapa porsi daging
yang dimakan sehari ?
a.) 0
b.) 1porsi
c.) 2 porsi
d.) 3 porsi
Seberapa banyak makan
bersisa dipiring ?
a.) Tidak ada
b.) Sedikit
c.) Cukup banyak
Saya mengkonsumsi sisa
campuran sayur dan buah
a.) Ya
b.) Tidak
Makanan yang saya
makan adalah makanan lokal?
a.) Semuanya
b.) Beberapa
c.) Tidak ada
Makanan yang saya
makan adalah produk organik?
a.) Semuanya
b.) Beberapa
c.) Tidak ada
Makanan yang dikonsumsi
dibungkus kertas / plastik ?
a.) Tidak
b.) Beberapa
c.) Semuanya
|
0
10
20
30
0
5
10
0
10
0
10
20
0
10
20
0
10
20
Sub–Total : 55
|
F.
1.
|
Sampah
Jika saya membuang
seluruh sampah hari ini, seberapa besar tempat sampahnya ?
a.) Peti kayu
b.) Kotak sepatu 2x 20
c.) Secangkir
d.) Tidak ada sampah
|
30
40
5
0
Sub–Total : 20
Total 1 = 175
|
G.
|
Ruang Tinggal
Hitung dalam satuan
meter persegi ruang indoor yang diperlukan dalam keseharian, termasuk semua
ruangan dirumah (termasuk garai, sekolah (kantin, kelas), kantor (ruang
kantor pribadi, area kerja, toilet). Bagi luas total ruangan dengan jumlah
orang didalamnya
Contoh :
Living Space
Averages Educ.Space / Per
Student
Ave Dorm Space – 25 sq
m Classroom and Lab – 30 sq m
Ave Apt. Space - 35 sq m
Administration – 3 sq m
Other – 5 sq m
Add up “a-d” for “Total Square Meters”
( 1 sq. meter = 10 sq.
feet)
a) “Home” sq. meters =
240
Divided by # of people
= 30
b) Schools sq. meters
=_________________ sq. meters
Divided by # of people
= _____________ sq. meters
c) Office sq. meters
____________________ sq. meters
Divided by # of people
_______________ sq. meters
d) Other sq. meters = ________________ sq.
meters
Divided by # of people
= ___________ sq. meters
|
Total 2 = 30
|
TOTAL KESELURUHAN = (Total 1 + Total 2) X 3
= (175 + 30) X 3 = 615
Anda telah menghitung
total dari “tiga” tipikal dari keseharian anda. Sekarang ubah total
keseluruhan tersebut menjadi jejak ekologis pribadi anda, menggunakan rumus
dibawah :
Total keseluruhan dibagi 100 = Jejak Ekologis anda dalam satuan hektar
Jejak Ekologis Pribadi = 615 / 100 = 6,15 hektar.
|
||
Tidak ada komentar:
Posting Komentar