Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Sabtu, 24 Mei 2014

JEJAK EKOLOGI



ETIKA DAN NILAI LINGKUNGAN
JEJAK EKOLOGIS





Disusun  Oleh  :

MERI APRIANI
13.13101.10.02


Dosen Penanggung Jawab : Prof. Supli Effendi Rahim












PROGRAM PASCA SARJANA KESEHATAN MASYARAKAT
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BINA HUSADA
PALEMBANG
2013


























 
Jejak Ekologi

Jejak ekologi adalah suatu metode penghitungan sumber daya yang memperkirakan konsumsi sumber daya alam dan penyerapan limbah yang diperlukan sebuah populasi manusia atau kegiatan ekonomi dalam bentuk luas lahan area produktif (Wackernagel and Rees, 1996). Jika yang dikonsumsi lebih banyakdibandingkan dengan yang disediakan alam, maka kemudian dapat diasumsikan bahwa tingkat konsumsi tidak dapat didukung oleh ketersediaan di alam. Standar unitp engukuran jejak ekologi menggunakan global hektar (gha). Satuan gha digunakankarena asumsi perhitungan jejak ekologi ini, sumberdaya alam yang digunakanberasal ditempat manapun di permukaan bumi.
Analisis EF (ecological footprint) sendiri tampaknya beranjak dari pemikiran yang sederhana, yakni kapasitas daya dukung area (lahan) produktif (biocapacity) untuk hidup manusia. Lahan produktif itu hanya berupa daratan dan perairan, yang sebenarnya pun tak bisa dimanfaatkan keseluruhannya. Jadi berapa yang bisa diambil dari alam oleh manusia untuk hidup dan berapa sampah yang harus kembali dibuang ke alam oleh manusia dalam  cakupan wilayah tertentu. Eksploitasi oleh manusia dari alam itu bisa dalam bentuk dan berbagai macam kegiatan, misal makan, transport, energi, dan sebagainya. Besaran area analisisnya adalah populasi penduduk yang bisa sangat bervariasi, mulai dari individu atau keluarga, atau melebar mulai dari kota, wilayah, negara, atau bahkan seluruh bumi. Kondisi saat ini pun diketahui bahwa kapasitas penggunaan alam untuk hidup manusia telah 23% melampui kemampuan regenerasi bumi itu sendiri. Dalam istilah EF, kelebihan dari kemampuan daya dukung alam ini disebut overshoot.
Analisis jejak ekologi digunakan untuk menjawab pertanyaan dasar pada pembangunan berkelanjutan yaitu : seberapa besar alam yang kita punya,dibandingkan dengan seberapa besar alam yang kita gunakan (Bond, 2002). Eksploitasi alam bisa dalam bentuk dan berbagai macam kegiatan, seperti makan,transportasi dan energi. Besaran area analisis adalah populasi penduduk yang bisa sangat bervariasi, mulai dari individu atau keluarga, atau melebar mulai dari kota,wilayah, negara, atau bahkan seluruh bumi. Hasil perhitungan jejak ekologi ini kemudian dibandingkan dengan biokapasitas yang tersedia. Adapun biokapasitas adalah total jumlah lahan bioproduktif yang terdapat diwilayah tersebut.
Perbandingan antara jejak ekologi dan biokapasitas akan memberikan gambaran tentang status jejak ekologi, apakah defisit atau surplus. Dari perhitungan ini dapat diketahui kemampuan lahan dalam mendukung konsumsi penduduk setempat. Pada awal dipublikasikan pada tahun 1996 oleh Mathis Wackernagel dan William Rees, jejak ekologi dihitung menggunakan metode compound. Perhitungan ini menggunakan data sekunder berupa data perdagangan nasional, berupa sumber daya biotik dan energi primer yang digunakan untuk menghitung jejak ekologi suatu negara. Hasil perhitungan jejak ekologi ini disajikan per jenis penggunaan lahan dalam perhitungan jejak ekologi kemudian dibandingkan dengan kapasitas biologiper individu yang tersedia dalam negara tersebut. Metode ini lebih mudah diterapkan karena data yang digunakan lebih mudah didapatkan dan digunakan sebagai dasarperhitungan jejak ekologi negara di dunia pada organisasi Globalfootprint Network yang dipimpin oleh Mathis Wackernagel.
Menurut Wackernagel and Rees (1996), konsumsi manusia terhadap sumberdaya alam dibagi menjadi 5 komponen yaitumakanan, tempat tinggal, transportasi, barang konsumsi dan jasa. Dari kelima faktorini makanan, transportasi dan tempat tinggal merupakan penyumbang jejak ekologiyang besar. Sebaliknya barang dan jasa hanya sedikit menyumbang jejak ekologi. Metode perhitungan ini memang sangat detil dan fleksibel, namun sulit diaplikasikansecara menyeluruh karena tidak semua aktifitas dan produk dapat diukur.
Menurut Kitzes et al. (2007), perhitungan jejak ekologi nasional digunakan untuk melaporkan hasil perhitungan jejak ekologi dalam satuan global hektar pada tahun bersangkutan, yaitu hektar dengan produktivitas biologis rata-rata dunia dalamsuatu tahun. Normalisasi ini dicapai menggunakan perhitungan faktor produksi (yieldfactor) dan faktor kesetaraan (equivalent factor). Yield faktor adalah produktifitasnegara tertentu dibandingkan dengan produktifitas dunia. Equivalent factor adalahperbandingan potensi produktivitas suatu jenis penggunaan lahan dengan produktfitasrata-rata penggunaan lahan dalam perhitungan jejak ekologi. Jejak ekologi hektar lokal dapat ditentukan melalui 2 cara yaitu :
1) melaluipendekatan wilayah yang diukur, yaitu didasarkan pada pengukuran penggunaanlahan dalam laporan statistik nasional atau berasal dari aplikasi penginderaan jarakjauh
2) melalui pendekatan wilayah yang dihitung, yang didapat dengan caramembagi produk aliran (konsumsi) dengan hasil panen lokal (Kitzes et al., 2007).

Perhitungan jejak ekologi (ecological footprint) didasarkan pada enam asumsi dasar (Wackernagel et al., 2002 in Wackernagel et al., 2008) yaitu:
1. Sebagian besar konsumsi sumber daya dan limbah yang dihasilkan manusia dapat dilacak.
2. Kebanyakan aliran sumberdaya alam dan limbah dapat dihitung kedalam area biologi produktif untuk menelusuri alirannya. Sumberdaya alam dan limbah yang tidak dapat dihitung dikeluarkan dari penilaian, yang menjadikan hasil perhitungan jejak ekologi ini dibawah keadaan yang sebenarnya.
3. Dengan pembobotan masing-masing daerah kedalam proporsi produktifitas biologi yang digunakan, area yang berbeda dapat dikonversi ke dalam satuan umum global hektar, yaitu hektar dengan rata-rata produktifitas biologi dunia.
4. Karena satuan global hektar tunggal menyatakan satu jenis penggunaan, dan semua global hektar pada satu tahun menyatakan jumlah produktifitas yang sama, maka global hektar dapat dijumlahkan untuk mendapatkan indikator agregat jejak ekologi atau daya dukung lingkungan.
5. Permintaan manusia, dinyatakan sebagai jejak ekologi, dapat secara langsung dibandingkan dengan pasokan alam, daya dukung lingkungan, ketika keduanya sama-sama dinyatakan dalam global hektar.
6. Luas area permintaan dapat melebihi luas area yang disediakan jika permintaan pada ekosistem melebihi kapasitas regeneratif ekosistem (misalnya, manusia menuntut lebih dibandingkan daya dukung hutan, perikanan, dari ekosistem yang telah tersedia). Situasi ini, di mana jejak ekologi melebihi tersedia daya dukung lingkungan, dikenal sebagai overshoot.
Perhitungan jejak ekologi dibagi menjadi 3 tahap utama. Jejak ekologi individu dihitung berdasarkan semua material biologi yang dikonsumsi dan semua sampah biologi yang dihasilkan oleh tiap individu. Dan untuk menghitung jejak ekologi suatu daerah diperoleh dengan cara menjumlahkan jejak ekologi semua penduduk di daerah tersebut (Chambers et al., 2000).
Tahap pertama adalah analisis konsumsi sumber daya biotik (pangan). Perhitungan jejak makanan (food footprint) Jejak makanan merupakan salah satu bagian dari jejak ekologi sehingga perhitungan jejak makanan juga mengacu pada konsep perhitungan pada jejak ekologi. Jenis lahan yang digunakan dalam perhitungan ini adalah 7 jenis penggunaan lahan pada perhitungan jejak ekologi. Pada perhitungan jejak makanan, kebutuhan lahan diperoleh dari total lua setiap jenis lahan yang dibutuhkan sejak pangan itu diproduksi, diangkut hingga sampaike tangan konsumen. Konsumsi pangan Menurut Wackernagel et al. (2000) menyatakan bahwa jejak ekologi sangattergantung pada pendapatan, harga barang, nilai-nilai sosial yang dianut pribadi danmasyarakat, yang kemudian akan mempengaruhi konsumsi. Konsumsi pangan padamasyarakat dipengaruhi oleh banyak faktor. Konsumsi pangan merupakan gambaranmengenai jumlah, jenis, dan frekuensi bahan makanan yang dikonsumsi seseorangdan merupakan ciri khas pada suatu kelompok masyarakat tertentu.
Langkah ke dua menentukan luas jejak ekologi dari sampah yang dihasilkan. Dari perspektif jejak ekologi ada 3 kategori sampah dan masing-masing kategori berbeda penanganannya dalam jejak ekologi. Kategori pertama adalah sampah biologi seperti sisa produk pertanian, produk hewan, produk ikan, kayu dan karbon dioksida yang dihasilkan oleh kayu bakar dan pembakaran bahan bakar fosil sudah termasuk didalam secara implisit dalam jejak ekologi jika sampah ini dihasilkan didalam suatu proses biologi tertutup. Kategori sampah yang ke dua adalah material yang secara khusus dikirimpada suatu lahan. Jika lahan yang digunakan adalah lahan produktif, maka jejak lahanini dihitung sebagai lahan terbangun yang dipakai sebagai tempat penyimpanansampah jangka panjang. Kategori sampah yang ke tiga adalah polutan dan racun yang tidak bisadiserap ataupun diuraikan oleh proses biologi seperti plastik atau senyawa kimia.Karena jejak ekologi menghitung lahan produktif yang digunakan untukmemproduksi materi atau menyerap sampah, materi seperti plastik dan senyawakimia tidak dihasilkan oleh proses biologi atau diserap oleh sistem biologi, maka sampah jenis ini tidak terdefinisi dalam jejak ekologi.
Tahap terakhir perhitungan adalah menjumlahkan jejak ekologi kedalam enam tipe lahan yang merupakan gambaran konsumsi per kapita. Data per kapita yangdikalikan dengan jumlah penduduk suatu daerah menggambarkan jejak ekologi daerah tersebut. Hasil ini kemudian dibandingkan dengan biokapasitas lahan yang ada.



Jejak Ekologis Saya
No.
Hal
Skor
A.
1.
Transportasi
Dengan apa anda bepergian hari ini?
a.)    Berjalan
b.)    Bersepeda
c.)    Naik Angkutan Umum
d.)   Menumpang
e.)    Naik Kendaraan Pribadi
(Kalikan setiap skor dengan berapa sering hal tersebut dipakai dalam satu hari dan kemudian ditotalkan)


0
5
10
15
30
Sub–Total : 0
B.
1.
Pemakaian Air
Berapa banyak air yang dipakai ?
a.)    Tidak mandi
b.)    Mandi, 1-2 menit
c.)    Mandi, 3-6 menit 2x 10
d.)   Mandi, 10 menit
e.)    Mandi dengan satu bath tub penuh
f.)     Mandi dengan air ½ bath tub
g.)    Mandi dengan air bekas orang lain
h.)    Menggosok gigi dengan air keran tetap mengalir
i.)      Mencukur kumis / jenggot dengan air kran tetap mengalir


0
5
20
20
20
10
10
5
5
Sub–Total : 20
C.
1.



2.


3.


4.


5.
Pakaian
Apakah anda memakai baju lebih dari sekali sebelum dicuci?
a.)    Sering
b.)   Kadang-kadang 2x 5
c.)    Tidak pernah
Saya menggunakan pakaian bekas (diperbaiki)
a.)    Ya
b.)   Tidak
Saya memperbaiki baju saya sendiri
a.)    Ya
b.)   Tidak
50% dari baju saya adalah baju turunan
a.)    Ya
b.)   Tidak
Saya membesihkan dan mengeringkan baju
a.)    None
b.)    1-5 lembar
c.)    > 6 lembar


0
10
10

-5
0

-5
0

-5
0

0
10
20
Sub–Total : 30
D.


1.



2.





3.
Rekreasi
Mengenali permainan, olahraga, dan aktivitas dimana anda terlibat, pada hari biasa diwaktu panjang
Seberapa banyak alat yang diperlukan
a.)    Tidak ada atau sedikit
b.)   Beberapa
c.)    Cukup banyak
Seberapa luas lahan yang digunakan untuk bermain dilapangan, dataran es, kolam renang, untuk memenuhi kebutuhan rekreasi anda?
a.)    Tidak ada atau sedikit
b.)    Sedang  (< 1 hektar)
c.)    Cukup besar (> 1 hektar)
Saya menghabiskan uang hari ini untuk belanja (pakaian, baju, peralatan olahraga, dll)
a.) Tidak ada
b.) $5  
c.) $10  
d.) >$10




0
10
20



0
10
20


0
10
20
1 pt. per dollar
Sub–Total : 30
E.
1.




2.



3.


4.



5.



6.

Makanan
Berapa porsi daging yang dimakan sehari ?
a.)    0
b.)   1porsi
c.)    2 porsi
d.)   3 porsi
Seberapa banyak makan bersisa dipiring ?
a.)    Tidak ada
b.)   Sedikit
c.)    Cukup banyak
Saya mengkonsumsi sisa campuran sayur dan buah
a.)    Ya
b.)   Tidak
Makanan yang saya makan adalah makanan lokal?
a.)    Semuanya
b.)   Beberapa
c.)    Tidak ada
Makanan yang saya makan adalah produk organik?
a.)    Semuanya
b.)   Beberapa
c.)    Tidak ada
Makanan yang dikonsumsi dibungkus kertas / plastik ?
a.)    Tidak
b.)   Beberapa
c.)    Semuanya


0
10
20
30

0
5
10

0
10

0
10
20

0
10
20

0
10
20
Sub–Total : 55
F.
1.
Sampah
Jika saya membuang seluruh sampah hari ini, seberapa besar tempat sampahnya ?
a.)    Peti kayu
b.)   Kotak sepatu 2x 20
c.)    Secangkir
d.)   Tidak ada sampah



30
40
5
0
Sub–Total : 20
Total 1 = 175
G.
Ruang Tinggal
Hitung dalam satuan meter persegi ruang indoor yang diperlukan dalam keseharian, termasuk semua ruangan dirumah (termasuk garai, sekolah (kantin, kelas), kantor (ruang kantor pribadi, area kerja, toilet). Bagi luas total ruangan dengan jumlah orang didalamnya
Contoh :
Living Space Averages         Educ.Space / Per Student
Ave Dorm Space – 25 sq m  Classroom and Lab – 30 sq m
Ave Apt. Space  - 35 sq m   Administration – 3 sq m
                                         Other – 5 sq m
Add up “a-d”  for “Total Square Meters”
( 1 sq. meter = 10 sq. feet)
a)      “Home” sq. meters = 240
Divided by # of people = 30
b)      Schools sq. meters =_________________ sq. meters
Divided by # of people = _____________ sq. meters
c)      Office sq. meters ____________________ sq. meters
Divided by # of people _______________ sq. meters
d)     Other sq. meters = ________________ sq. meters
Divided by # of people = ___________ sq. meters




















Total 2 = 30
TOTAL KESELURUHAN  = (Total 1 + Total 2) X 3
= (175 + 30) X 3 = 615
Anda telah menghitung total dari “tiga” tipikal dari keseharian anda. Sekarang ubah total keseluruhan tersebut menjadi jejak ekologis pribadi anda, menggunakan rumus dibawah :
Total keseluruhan dibagi 100 = Jejak Ekologis anda dalam satuan hektar
Jejak Ekologis Pribadi = 615 / 100 = 6,15 hektar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar