Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Selasa, 29 April 2014

PEMBUATAN MINI KOMPOSTER


CARA PEMBUATAN MINI KOMPOSTER
1.             Latar Belakang Permasalahan :
Masalah pembuangan sampah yang sulit ditangani oleh pemerinyah. Salah satu pemasok sampah berasal dari rumah tangga, berupa sampah organic dan An-organik. Kelompok kami mengajak masyarakat untuk peduli terhadap sampah, terutama sampah rumah tangga dengan cara memanfaatkan sampah menjadi bahan yang berguna.
Mini komposter merupakan alat sederhana yang bermanfaat, terutama untuk membuat kompos (berupa padat dan cair). bentuknya yang mini sangat praktis untuk mengolah sampah rumah tangga menjadi kompos sehingga mengurangi sampah yang terbuang ke TPS (Tempat Pembuangan Sampah). dan hal ini juga membantu kita dalam menyuburkan tanaman di sekitar kita,karena kita memiliki pengolahan pupuk sendiri
Pembuatan kompos (composting) dapat dijadikan jalan keluar dalam mengelola limbah. Kompos sangat berguna dalam memanfaatkan sampah organik (berasal dari benda hidup) menjadi material yang dapat menyuburkan tanah (pupuk kompos). Selain itu, pembuatan kompos secara komersil dapat dijadikan sebuah peluang usaha yang menggiurkan. Seiring dengan berjalannya waktu, sampah yang dihasilkan manusia akan terus bertambah dengan meningkatnya kebutuhan hidup manusia tersebut. Sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan pencemaran lingkungan, bahkan sampah telah menjadi masalah serius di perkotaan. Kompos dapat dibuat untuk meminimalisasi efek negatif yang ditimbulkan sampah dengan membuatnya menjadi lebih bermanfaat secara ekologis maupun finansial.
Pemanfaatan sampah organik pada pembuatan kompos ini dapat dijadikan jalan keluar dalam mencegah timbulnya kembali tumpukan sampah seberat ribuan ton yang telah menyebabkan longsor dan korban jiwa. Jika saja sebelumnya sampah tersebut dapat diolah menjadi kompos, maka musibah longsor dan korban jiwa dapat dihindarkan.

2.             CARA MENGOLAH SAMPAH ORGANIK MENGGUNAKAN MINI KOMPOSTER
Ø  Alat –alat yang digunakan
    Alat-alat yang diperlukan adalah:
1)      Pencacah (pisau atau mesin pencacah).
2)      Bak komposter mini lengkap dengan tutupnya (bisa dibuat dari ember bekas cat ukuran 25 kg).
3)      Sprayer untuk menyemprot b
Ø  Proses
a.        Memilah sampah organik dan sampah An-organik. Mencacah sampah organik hingga kecil,.
b.      Isi sprayer dengan air dan Biosca dengan perbandingan 1 liter air dengan 1 tutup Biosca, kocok sprayer masukkan sampah organik ke dalam mini komposer, semprot sampah dengan Biosca( tidak terlalu basak).
c.                        Biarkan selama 14 hari. Air lindi dapat diambil, air lindi dicampur air dengan perbanding 1 gelas air lindi : 5gelas air sumur dapat digunakan untuk menyiram tanaman. Kompos dikeluarkan dari Mini Komposer, dihampar di tempat yang teduh. Setelah kadar air kompos kira-kira 30 % kompos telah dapat dipakai untuk memupuk
d         Pengumpulan sampah dari rumah tangga. Memilah sampah organik dan sampah An-organik. Sampah organik, misalnya potongan batang, daun bayam, kangkung, kacang panjang, dicacah sampai lembut. Sampah An-organik yang berupa plastik minyak goreng, sabun pencuci piring, sabun mandi cair, tempat CD dicuci bersih lalu dikeringkan. Sampah organik yang sudah dicach dimasukkan ke dalam mini komposter. Mengisi sprayer dengan 1 liter air dan 1 tutup botol Boisca, kocok sprayer. Menyemprotkan cairan boisca dan air ke mini komposter. Sampah organik didiamkan selama 2 minggu.
Melubangi bagian bawah sampah An-organik ( wadah CD, wadah minyak sayur, wadah sabun pencuci piring, wadah sabun mandi, dll ). Mengisi tanah sebanyak 0,75 wadah ke dalam 5 pot. Menanam tanaman.
Mengambil dan menyimpan air lindi. Membuka mini komposter, mengambil pupuk organik lalu dihampar di lantai (tempat yang teduh) agar tidak terlalu basah. Menunggu sampai kadar air kompos kurang lebih hingga 30 %. Memasukkan pupuk organik ke dalam wadah yang telah dilubangi dan diisi tanah sebanyak sepertiga bagian. Menanam tanaman pada 3 wadah yang telah diisi kompos organik dan 2 wadah yang hanya diisi tanah. Mengisi 3 pot dengan pupuk organik. Menyiram tanaman yang diberi pupuk organik dengan air lindi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar