CARA PEMBUATAN MINI KOMPOSTER
1.
Latar Belakang Permasalahan :
Masalah
pembuangan sampah yang sulit ditangani oleh pemerinyah. Salah satu pemasok
sampah berasal dari rumah tangga, berupa sampah organic dan An-organik.
Kelompok kami mengajak masyarakat untuk peduli terhadap sampah, terutama sampah
rumah tangga dengan cara memanfaatkan sampah menjadi bahan yang berguna.
Mini
komposter merupakan alat sederhana yang bermanfaat, terutama untuk membuat
kompos (berupa padat dan cair). bentuknya yang mini sangat praktis untuk
mengolah sampah rumah tangga menjadi kompos sehingga mengurangi sampah yang
terbuang ke TPS (Tempat Pembuangan Sampah). dan hal ini juga membantu kita
dalam menyuburkan tanaman di sekitar kita,karena kita memiliki pengolahan pupuk
sendiri
Pembuatan kompos (composting) dapat dijadikan jalan keluar dalam mengelola
limbah. Kompos sangat berguna dalam memanfaatkan sampah organik (berasal dari
benda hidup) menjadi material yang dapat menyuburkan tanah (pupuk kompos).
Selain itu, pembuatan kompos secara komersil dapat dijadikan sebuah peluang
usaha yang menggiurkan. Seiring dengan berjalannya waktu, sampah yang
dihasilkan manusia akan terus bertambah dengan meningkatnya kebutuhan hidup
manusia tersebut. Sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan
pencemaran lingkungan, bahkan sampah telah menjadi masalah serius di perkotaan.
Kompos dapat dibuat untuk meminimalisasi efek negatif yang ditimbulkan sampah
dengan membuatnya menjadi lebih bermanfaat secara ekologis maupun finansial.
Pemanfaatan sampah organik pada pembuatan kompos ini dapat dijadikan jalan
keluar dalam mencegah timbulnya kembali tumpukan sampah seberat ribuan ton yang
telah menyebabkan longsor dan korban jiwa. Jika saja sebelumnya sampah tersebut
dapat diolah menjadi kompos, maka musibah longsor dan korban jiwa dapat
dihindarkan.
2.
CARA MENGOLAH SAMPAH ORGANIK MENGGUNAKAN MINI
KOMPOSTER
Ø Alat –alat yang digunakan
Alat-alat yang diperlukan adalah:
1)
Pencacah
(pisau atau mesin pencacah).
2) Bak komposter mini lengkap dengan
tutupnya (bisa dibuat dari ember bekas cat ukuran 25 kg).
3)
Sprayer
untuk menyemprot b
Ø Proses
a.
Memilah sampah
organik dan sampah An-organik. Mencacah sampah organik hingga kecil,.
b.
Isi sprayer dengan air dan Biosca dengan perbandingan
1 liter air dengan 1 tutup Biosca, kocok sprayer masukkan sampah organik ke
dalam mini komposer, semprot sampah dengan Biosca( tidak terlalu basak).
c.
Biarkan selama 14 hari. Air lindi dapat diambil, air
lindi dicampur air dengan perbanding 1 gelas air lindi : 5gelas air sumur dapat
digunakan untuk menyiram tanaman. Kompos dikeluarkan dari Mini Komposer,
dihampar di tempat yang teduh. Setelah kadar air kompos kira-kira 30 % kompos
telah dapat dipakai untuk memupuk
d Pengumpulan sampah dari rumah tangga. Memilah sampah organik dan sampah An-organik. Sampah organik, misalnya potongan batang, daun bayam, kangkung, kacang panjang, dicacah sampai lembut. Sampah An-organik yang berupa plastik minyak goreng, sabun pencuci piring, sabun mandi cair, tempat CD dicuci bersih lalu dikeringkan. Sampah organik yang sudah dicach dimasukkan ke dalam mini komposter. Mengisi sprayer dengan 1 liter air dan 1 tutup botol Boisca, kocok sprayer. Menyemprotkan cairan boisca dan air ke mini komposter. Sampah organik didiamkan selama 2 minggu.
d Pengumpulan sampah dari rumah tangga. Memilah sampah organik dan sampah An-organik. Sampah organik, misalnya potongan batang, daun bayam, kangkung, kacang panjang, dicacah sampai lembut. Sampah An-organik yang berupa plastik minyak goreng, sabun pencuci piring, sabun mandi cair, tempat CD dicuci bersih lalu dikeringkan. Sampah organik yang sudah dicach dimasukkan ke dalam mini komposter. Mengisi sprayer dengan 1 liter air dan 1 tutup botol Boisca, kocok sprayer. Menyemprotkan cairan boisca dan air ke mini komposter. Sampah organik didiamkan selama 2 minggu.
Melubangi
bagian bawah sampah An-organik ( wadah CD, wadah minyak sayur, wadah sabun
pencuci piring, wadah sabun mandi, dll ). Mengisi tanah sebanyak 0,75 wadah ke
dalam 5 pot. Menanam tanaman.
Mengambil
dan menyimpan air lindi. Membuka mini komposter, mengambil pupuk organik lalu
dihampar di lantai (tempat yang teduh) agar tidak terlalu basah. Menunggu
sampai kadar air kompos kurang lebih hingga 30 %. Memasukkan pupuk organik ke
dalam wadah yang telah dilubangi dan diisi tanah sebanyak sepertiga bagian.
Menanam tanaman pada 3 wadah yang telah diisi kompos organik dan 2 wadah yang
hanya diisi tanah. Mengisi 3 pot dengan pupuk organik.
Menyiram tanaman yang diberi pupuk organik dengan air lindi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar